Kamis, 19 November 2015

TANAMAN TOGA


macam tanaman toga


1. TEMU LAWAK
Nama Latin      : Curcumamaxanthorrhiza
Khasiat            : Obat penyakit lever
Cara                 : Temulawak diiris-iris lalu dijemur sampai kering.
                          Jika di butuhkan temulawak tersebut direbus dengan
                          air secukupnya, tambah gula aren dan saring. Airny
              diminum pagi dan sore.




2. KUNYIT
Nama Latin      : Curcuma Domestica Val
Khasiat            : Obat sakit perut
Cara                 : Parut halus-halus lalu disaring dengan kain. Dapat
                          diminum dengan tambahan madu asli secukupnya.
                          Lakukan pagi dan sore hari.






3. SIRIH
Nama Latin      : Piper Betle
Khasiat            : Obat mata merah/belekan
           Cara                 : Ambil 5 lembar daun sirih cuci bersih-bersih, direbus
                                     dengan air secukupnya setelah mendidih, dinginkan
                                     untuk merimbang mata yang sakit. Laksanakan pagi 
                                     dan sore.





4. MENTIMUN
Nama Latin      : Cucumis Sativus L
Khasiat            : Obat jerawat
Cara                 : Timun dikupas lalu di cuci, diparut, disaring dan
                          saringan tersebut dioleskan pada wajah. Dilakukan
                          pada malam hari menjelang tidur.




5. PARE
Nama Latin      : Momordica Charantia L
                        Khasiat            : Obat bisul dan cocok untuk orang yang menyidap darah  tinggi
Cara                 : Pare diparut, ditempelkan atau dioleskan pada bisul,
                          kemudian dibalut dengan kain.






6. JARAK PAGAR
Nama Latin      : Jatropha Curcos L
Khasiat            : Obat sakit kulit
Cara                 : Cuci daun dengan bersih, rebus dengan air secukupnya.
                          Pakailah untuk mandi pagi dan sore.






7. BLIMBING WULUH
Nama Latin      : Averhoa Bilimbi
Khasiat            : Obat kencing manis dan sariawan
Cara                 : Ambil blimbing wuluh secukupnya dan rebus sampai
                          mendidih. Dinginkan lalu dapat diminum dengan
                          ditambah gula batu secukupnya.






8. GAMBIR
Nama Latin      : Uncaria Gambiria
Khasiat            : Obat sakit kulit (gudig)
Cara                 : Gambir dihaluskan dan dicampur dengansantan kelapa,
                          dan dioleskan pada kulit yang terserang gudig.



9. KELAPA HIJAU
Nama Latin      : Cocosnusifera
Khasiat            : Obat orang yang keracunan
Cara                 : Minum air kelapa tanpa dicampur air gula atau air putih.







10. CERMAI
Nama Latin      : Phillanthus Acidus
Khasiat            : Obat sariawan
Cara                 : Cuci daun dan keringkan, lalu tumbuk 3gram halus-
                          halus dan tambahkan air panas ½ gelas minumlah
                          dengan ampasnya. Sehari 1x, lakukan berulang sampai
                          sembuh.





11. KACANG HIJAU
Nama Latin      : Phase Olus Radiatus
Khasiat            : Obat beri-beri, lemah jantung, kurang darah, demam
                          nifas, pelancar seni
Cara                 : Cuci bersih kacang hijau, rebus kurang lebih 25 menit,
                          lalu dinginkan. Minumla 1 gelas pagi dan sore sampai              
                          sembuh benar.





12. PATAH TULANG
Nama Latin      : Padhilantus Pringlei Robins
Khasiat            : Obat luka baru
Cara                 : Getahnya dioleskan dimana tempat luka baru berada.









13. MARKISA
Nama Latin      : Passiflora Edilus
Khasiat            : Obat pelancar air kencing, pelancar air kencing nanah
Cara                 : Ambilah kurang lebih 10 gram daun segar, cuci dan
                             rebuslah dengan 3/2 gelas air sampai mendidih, setelah
                          dingin saring dan minumlah pagi dan sore.  



 14. PANDAN
Nama Latin      : Pandanus Amary Mifolius Rox b
Khasiat            : Obat mual-mual
Cara                 : Ambilah kurang lebih 20 gram daun segar, dicuci dan
                          rebuslah dengan air kurang lebih 3 gelas sampai
                          mendidih. Setelah dingin saring dan diminum.






15. RAMBUTAN
Nama Latin      : Nephelium Lappacium
Khasiat            : Obat demam dan penghilang dahaga
Cara                 : Ambilah kurang lebih 15 gram kulit buah yang kering,
                             cuci dan rebuslah dengan 3 gelas air sampai mendidih
                          kurang lebih 15 menit. Saring dan minum 3x sehari.



16. PISANG UNGU
Nama Latin      : Musa Acuminata
Khasiat            : Obat pelancar Air Susu Ibu (ASI)
Cara                 : Ambil 1 atau 2 pisang masak dihaluskan tambah air ½
                          gelas diperas dan disaring. Minumlah pagi dan sore.







17. JERUK PURUT
Nama Latin      : Citrus Hipstrik
Khasiat            : Obat batuk
Cara                 : Peras buahnya kurang lebih 1 sendok makan tambah
                          dengan kecap. Kerjakan pagi dan sore.
                    






18. SEMANGKA
Nama Latin      : Citrulus Vulgaris
Khasiat            : Obat cacing
Cara                 : Keringkan biji kurang lebih 5 gram tumbuk halus-
                           halus, diseduh dengan air masak ½ gelas, disaring dan
                          diminum sekaligus.






19. LENGKUAS
Nama Latin      : Alpina Purpurata
Khasiat            : Obat panu
Cara                 : Irislah miring dan dipukul hati-hati. Lalu gosokan
                          dimana panu tumbuh. Kerjakan berulang-ulang.







20. ASAM
Nama Latin      : Tamarindus Indica
Khasiat            : Obat batuk, sariawan
Cara                 : Seperti membuat teh, diambil asam yang sudah tua.
                          Diminum pagi dan sore.






21. KEPEL
Nama Latin      : Stelechocarpus Buharal
Khasiat            : Obat radang ginjal
Cara                 : Ambil 1 buah yang masak dagingnya dapat dimasak
                          langsung.

TINCTURA

A. Pengertian Tinctura
Adalah sediaan cair yang dibuat dengan cara maserasi atau perkolasi simplisia nabati atau hewani atau dengan cara melarutkan senyawa kimia dalam pelarut yang tertera pada masing-masing monografi. Kecuali dinyatakan lain, tingtur dibuat menggunakan 20% zat berkhasiat dan 10% untuk zat berkhasiat keras.

B. Cara Pembuatan Tingtur
Cara pembuatan tingtur di lakukan dengan cara :
1. Maserasi, kecuali dinyatakan lain, lakukan sebagai berikut :
Masukkan 10 bagian simplisia dengan derajat halus yang cocok ke dalam sebuah bejana, tuangi dengan 75 bagian cairan penyari, tutup, biarkan selama 5 hari terlindung dari cahaya sambil sering di aduk, serkai, peras, cuci ampas dengan cairan penyari secukupnya hingga diperoleh 100 bagian.
Pindahkan ke dalam bejana tertutup, biarkan di tempat sejuk terlindung dari cahaya, selama 2 hari, enap, tuangkan atau saring.
2. Perkolasi, kecuali dinyatakan lain lakukan sebagai berikut :
Basahi 10 bagian simplisia atau campuran simplisia dengan derajat halus yang cocok dengan 2,5 – 5 bagian cairan penyari, masukkan ke dalam bejana tertutup sekurang-kurangnya 3 jam. Pindahkan masa sedikit demi sedikit ke dalam perkolator sambil tiap kali di tekan hati-hati, tuangi dengan cairan penyari secukupnya sampai cairan mulai 5-6 menetes dan di atas simplisia masih terdapat selapis cairan penyari, tutup perkolator biarkan selama 24 jam.
Biarkan cairan menetes dengan kecepatan 1 ml permenit, tambahkan berulang-ulang cairan penyari secukupnya sehungga selalu terdapat selapis cairan penyari di atas simplisia sehingga di peroleh 80 bagian perkolat.
Peras masa, campurkan cairan perasan ke dalam perkolat, tambahkan cairan penyari secukupnya hingga di peroleh 100 bagian. Pindahkan ke dalam bejana, tutup, biarkan selama 2 hari di tempat sejuk terlindung dari cahaya, enap, tuang atau saring.
Jika dalam monografi tertera penetapan kadar, setelah diperoleh 80 bagian perkolat, tetapkan kadarnya. Atur kadar hingga memnuhi syarat, jika perlu encerkan dengan cairan penyari secukupnya.

Penyimpanan
Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya, di tempat sejuk.
Sediaan tingtur harus jernih, untuk bahan dasar yang mengandung harsa digunakan cairan penyari etanol 90% dan pada umumnya cairan penyari adalah etanol 70%.
Tingtur yang mengandung harsa / damar adalah Mira Tinctura, Asaefoetida Tinctura, Capsici Tinctura, Tingtur Menyan.

C. Macam-macam Tingtur Beserta Cara Pembuatannya
1. Menurut cara pembuatan
a. Tingtur Asli
Adalah tingtur yang di buat secara maserasi atau perkolasi.
Contoh Tingtur yang dibuat secara maserasi

1. Opii Tinctura FI III
2. Valerianae Tinctura FI III
3. Capsici Tinctura FI II
4. Myrrhae Tinctura FI II
5. Opii Aromatica Tinctura FI III
6. Polygalae Tinctura Ext. FI 1974

Contoh Tingtur yang di buat secara perkolasi
1. Belladonae Tinctura FI III
2. Cinnamoni Tinctura FI III
3. Digitalis Tinctura FI III
4. Lobeliae Tinctura FI II
5. Strychnini Tinctura FI II
6. Ipecacuanhae Tinctura Ext. FI 1974
7. Dan lain-lain

b. Tingtur Tidak Asli (Palsu)
Adalah tingtur yang di buat dengan cara melarutkan bahan dasar atau bahan kimia dalam cairan pelarut tertentu.
Contoh :
1. Iodii Tinctura FI III
2. Secalis Cornuti Tinctura FI III
2. Menurut Kekerasan (perbandingan bahan dasar dengan cairan penyari)
a. Tingtur Keras
Adalah tingtur yang dibuat menggunakan 10% simplisia yang berkhasiat keras. Contoh :
1. Belladonae Tinctura FI III
2. Digitalis Tinctura FI III
3. Opii Tinctura FI III
4. Lobeliae Tinctura FI II
5. Stramonii Tinctura FI II
6. Strychnin Tinctura FI II
7. Ipecacuanhae Tinctura Ext. FI 1974

b. Tingtur Lemah
Adalah tingtur yang dibuat menggunakan 20% simplisia yang tidak berkhasiat keras. Contoh :
1. Cinnamomi Tinctura FI III
2. Valerianae Tinctura FI III
3. Polygalae Tinctura Ext. FI 1974
4. Myrrhae Tinctura FI II

3. Berdasarkan Cairan Penariknya
a. Tingtura Aetherea, jika cairan penariknya adalah aether atau campuran aether dengan aethanol. Contoh : Tingtura Valerianae Aethera.
b. Tingtura Vinosa, jika cairan yang dipakai adalah campuran anggur dengan aethanol. Contoh : Tinctura Rhei Vinosa (Vinum Rhei).
c. Tinctura Acida, jika ke dalam aethanol yang dipakai sebagai cairan penarik ditambahkan suatu asam sulfat. Contoh : pada pembuatan Tinctura Acida Aromatica.
d. Tinctura Aquosa, jika sebagai cairan penarik dipakai air. Contoh : Tinctura Rhei Aquosa.

e. Tinctura Composita, adalah tingtur yang didapatkan dari jika penarikan dilakukan dengan cairan penarik selain aethanol hal ini harus dinyatakan pada nama tingtur tersebut, misalnya campuran simplisia. Contoh : Tinctura Chinae Composita.

D. Contoh Tingtur Beserta Cara Pembuatannya
1. Tingtur Kina (Chinae Tinctura)
Cara pembuatan :
perkolasi 20 bagian kulit kina yang diserbuk agar kasar (22/60) dengan ethanol 70% hingga diperoleh 100 bagian tingtur. Tetapkan kadar alkaloida, jika perlu encerkan dengan ethanol 70% hingga memenuhi syarat.

2. Tingtur Ipeka (Ipecacuanhae Tinctura)
Cara pembuatan :
perkolasi 10 bagian serbuk (8/34) akar ipeka dengan etanol encer, hingga diperoleh 100 bagian tingtur.

3. Tingtur Gambir (Catechu Tinctura)
Cara pembuatan :
maserasi 200 g gambir yang telah diremukkan dengan 50 g kulit kayu manis yang telah dimemarkan dengan 1000 ml etanol 45%, biarkan selama 7 hari, serkai, jernihkan dengan penyaringan.

4. Tingtur Poligala (Polygalae Tinctura)
Cara pembuatan :
maserasi 20 bagian irisan halus herba poligala dengan etanol 60% secukupnya hingga diperoleh 100 bagian tingtur.

5. Tingtur Ratania (Ratanhiae Tictura)
Cara pembuatan :
maserasi 20 bagian serbuk (6/8) akar ratania dengan etanol 60% secukupnya hingga diperoleh 100 bagian tingtur.

6. Tingtur Stramonii (Stramonii Tinctura)
Cara pembuatan :
perkolasi 10 bagian serbuk (8/24) herba Stramonium dengan etanol 70% hingga diperoleh 100 bagian tingtur. Tetapkan kadar alkaloida, jika perlu encerkan dengan etanol 70%, hingga memenuhi persyaratan kadar, biarkan selama tidak kurang dari 24 jam, saring.
Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya, ditempat sejuk. Tidak boleh disimpan lebih dari 1 tahun sejak tanggal pembuatan. Pada etiket harus tertera tanggal pembuatan.

7. Tingtur Strichni (Strychni Tinctura)
Cara pembuatan :
perkolasi 10 bagian serbuk (24/34) biji sttrichni yang telah dihilangkan lemaknya dengan eter minyak tanah, yang menggunakan pelarut penyari etanol 70% hingga diperoleh 100 bagian tingtur. Tetapkan kadar strichninya, jika perlu dengan etanol 70% secukupnya hingga memenuhi persyaratan kadar.

8. Tingtur Kemenyan (Benzoes Tinctura)
Cara pembuatan :
Larutkan 20 bagian serbuk (6/8) dalam 100 bagian etanol 90%, saring.

9. Tingtur Lobelia (Lobeliae Tinctura)
Cara pembuatan :
perkolasi 10 bagian serbuk (6/34) herba lobelia dengan etanol 70% secukupnya, hingga diperoleh 100 bagian tingtur.

10. Tingtur Mira (Myrrhae Tinctura)
Cara pembuatan :
maserasi 20 bagian serbuk (24/34) Mira dengan etanol 90% hingga diperoleh 100 bagian tingtur.

11. Tingtur Jeruk Manis (Aurantii Tinctura)
Cara pembuatan :
8 bagian kulit buah jeruk manis yang telah dipotong-potong halus, maserasi dengan etanol encer, hingga diperoleh 100 bagian tingtur.

12. Tingtur Cabe (Capsici Tinctura)
Cara pembuatan :
maserasi 100 g serbuk (10/24) cabe dengan campuran 9 bagian etanol 95% dan 1 bagian air selama 3 jam. Perkolasi dengan cepat hingga diperoleh 1000 ml tingtur.

13. Tungtur Beladon (Belladonnae Tinctura)
Cara pembuatan :
perkolasi 10 bagian serbuk beladon dengan etanol encer, hingga diperoleh 100 bagian tingtur. Tetapkan kadar alkaloida, atur kadar dengan penambahan etanol encer hingga memenuhi syarat, biarkan selama tidak kurang dari 24 jam, saring.
Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya, ditempat sejuk. Tidak boleh disimpan lebih dari 1 tahun sejak tanggal pembuatan.

14. Tingtur Kayu Manis (Cinnamomi Tinctura)
Cara pembuatan :
perkolasi 20 bagian serbuk (44/60) kulit kayu manis dengan etanol encer hingga diperoleh 100 bagian tingtur.

15. Tingtur Digitalis (Digitalis Tinctura)
Cara pembuatan :
perkolasi 10 bagian serbuk digitalis dengan etanol 70% hingga diperoleh 100 bagian tingtur. Tetapkan potensi atur potensi jika perlu encerkan dengan etanol 70% hingga memenuhi syarat.

16. Tingtur Iodium (Iodii Tinctura)
Cara pembuatan :
Larutkan iodium 1,8 – 2,2% Natriun Iodida 2,1 – 2,6% dalam etanol encer.

17. Tingtur Opium (Tinctura Opii)
Cara pembuatan :
maserasi 10 bagian serbuk opium dengan etanol 70% hingga diperoleh 100 bagian tingtur. Tetapkan kadar dan atur hingga memenuhi syarat, jika perlu encerkan dengan etanol 70% secukupnya.

18. Tingtur Opium Wangi (Opii Tinctura Aromatica)
Cara pembuatan :
maserasi campuran 1 bagian kulit kayu manis serbuk (22/60) cengkeh dan 12 bagian serbuk opium dengan campuran etanol 90% dan air volume sama banyak hingga diperoleh 100 bagian tingtur.

19. Tingtur Sekale Cornutum (Secalis Cornuti Tinctura)
Cara pembuatan :
campur 1 bagiab ekstrak sekale kornutum dengan 9 bagian etanol encer.

20. Tingtur Valerian (Valerianae Tinctura)
Cara pembuatan :
maserasi 20 bagian serbuk (10/22) akar valerian dengan etanol 70% hingga diperoleh 100 bagian tingtur.

SIMPLISIA DARI PHYCOPYTA, MYOPHYTA, DAN MYCOPHYTA

1. AGAR
    Nama Lain                   : Agar, Vegetable Gelatin
    Nama Tanaman Asal    : Gelidium cartilagenium
    Keluarga                      : Gelidiaceae
    Zat Berkhasiat              : Garam Kalsium Dari Gelosa Yaitu Hidrat Arang
    Penggunaan                  : Sembelit, pelumas dan penambah isi usus
2. SACCHAROMYCES SICCUM
    Nama Lain                   : Ragi Kering
    Nama Tanaman Asal    : Saccharomyces cerevisiae
    Keluarga                      : Ascomycetes
    Zat Berkhasiat              : Vitamin dan Putih Telur
    Penggunaan                  : Sumber Vit. B Kompleks, dan zat putih telur
3. SECALE CORNUTUM
    Nama Lain                   : Gandum Induk
    Nama Tanaman Asal    : Claviseps purpurea
    Keluarga                      : Hypocreaceae
    Zat Berkhasiat              : Alkaloid ; Ergotamina, Ergotoksina, Ergobasina
    Penggunaan                  : Menyebabkan kontriksi otot polos terutama otot uterus
4. USNEA THALLUS
    Nama Lain                   : Kayu Angin
    Nama Tanaman Asal    : Usnea misaminensis
    Keluarga                      : Usneaceae
    Zat Berkhasiat              : Asam usnat, zat pahit, hidrat arang

SEMEN

1.ARECAE SEMEN
Nama Lain                               : Biji pinang,Jambe
Nama Tanaman Asal               : Areca catechu
Keluarga                                   : Arecaceae
Zat Utama/Isi                          : Alkaloid berupa arecolin,tannin,lemak
Penggunaan                             : Memperkecil pupil mata,obat cacing (altelmintik)
Cara pengolahan                     : 
a. Untuk memperkecil pupil mata
Untuk hal ini biji pinang biasanya dikunyah dan ditelan  airnya
b. Untuk mengobati cacing 
Rebuslah biji pinang muda hingga mendidih.
Airnya kemudian dibiarkan dingin lalu disaring lalu diminum.
  c. Untuk pengobatan luka
  Daging buah pinang yang masih muda ditumbuk hingga
Halus kemudian ditempelkan pada bagian yang luka.

2.COFFEAE SEMEN
Nama Lain                               : Biji kopi
Nama Tanaman Asal                : Coffea robusta Linden ex de Wildem disebut juga  Coffea canephora piere ex froehner varietas Robusta dan beberapa spesies Coffea lain.
Keluarga                                   : Rubiaceae
Zat Utama/Isi                                      : Kofein,Sitosterin,Stigmasterin,kolin dan zat penyamak
Penggunaan                             :Penawar racun (antidotum),penurun panas (antipiretik),   peluruh air seni (diuretic),obat luka
Cara prngolahan                      : a. Penawar racun
 Dipakai ± 5 gram biji kopi,disaring dan ditumbuk sampai halus,
Diseduh dengan ½ air panas,kemudian disaring,lalu diminum.
                                                  b. Sebagai antiseptik,diuretic
 Biji kopi hanya perlu dibuat menjadi minuman.
                                                  c. Obat luka
 Biji kopi ditumbuk hingga halus. Serbuk kopi kemudian
 ditaburkan di bagian tubuh yang luka.

3.COLAE SEMEN
Nama Lain                              : Biji kola
Nama Tanaman Asal               : Beberapa spesies cola a.l : Cola Nitida dan Cola acuminate(Schott et. Endl.)
Keluarga                                  : Sterculiaceae
Zat Utama/Isi                          : Kofeina, sebagian bebas dan sebagian terikat dengan zat
  penyamak sebagai kolatin dan kolatein Theobromina, zat
  penyamak, kolalipase,kolaoksidase, zat warna merah kola
Penggunaan                             : Minuman yang menyegarkan seperti halnya dengan teh,
  kopi,guarana dan lain-lainnya karena berisi kofeina
Sediaan                                   : Cola Extractum – F.I
Cara pengolahan                     : a. Obat sakit kepala
 Dipakai ± 5 gram biji kola,disaring dan ditumbuk sampai halus,
Diseduh dengan ½ air panas,kemudian disaring,lalu diminum.
                                                  b. Biji kola dibuat menjadi minuman yang menyegarkan
                                                  c. Biji kola dibuat menjadi infus dengan memanaskan pada suhu
90  ̊selama kurang lebih 15 menit.
4.CUCURBITAE SEMEN
Nama Lain                              : Biji labu merah
Nama Tanaman Asal               : Cucubita moschata (Duchesne)
Keluarga                                  : Cucurbitaceae
Zat Utama/Isi                          : Minyak lemak yang aktif, pada pengobatan cacing pita belum diisolir, tetapi mungkin terdapat dalam embrio dan selaput hijaunya
Penggunaan                             : Obat cacing pita,diberikan sebagai emulsa segar
Cara pengolahan                     : a. Sebagai obat cacing pita
Sekitar 500-800 biji labu merah segar tanpa kulit dijadikan  emulsi kemudian diminum bersama dengan obat pencahar setelah ditambahkan air.




5.FOENIGRAECI SEMEN
Nama Lain                              : Biji klabet
Nama Tanaman Asal              : Trigonella foenumgraecum (L)
Keluarga                                  : Papilionaceae
Zat Utama/Isi                          : Minyak atsiri,alkaloida trigonelin,lender,minyak lemak
Penggunaan                             : Karminativa,tonikum,bahan pewangi
Cara pengolahan                     : a. Pelancar ASI
Bji klabet direbus kemudian diambil airnya kemudian diminum
                                                  b. Obat kanker dan tonikum
Biji klabet ditumbuk hingga halus kemudian dimasukkan ke  dalam
kapsul dan dikumsumsi dengan dosis berkisar 1-6 gram sehari
c. Pencengah rambut rontok
5gram klabet dicampurkan dengan 100 ml minyak kemiri. Dibuat infus,diamkan selama 1 malam kemudian diendap tuangkan. Setelah itu dioleskan pada rambut dan kulit kepala seperti minyak rambut.


6.MYRISTICAE SEMEN
Nama Lain                              : Pala,Nutmeg,Nux Moschata
Nama Tanaman Asal               : Myristica fragrans (Houtt)
Keluarga                                  : Myristicaceae
Zat Utama/Isi                          : Minyak atsiri yang mengandung miristin (bersifat membius),kamfer, minyak lemak (terutama berupa gliserida dari asam miristim, asam oleat dan asam linoleat, zat putih telur)
Penggunaan                             : Bahan pewangi, Karminativa, stimulansia setempat terhadap salufan pencernaan, miristim berkhasiat membius, menyebabkan rasa kantuk dan memperlambat pernapasan.
Cara pengolahan                     : a. Bahan pewangi masakan
Biji pala ditumbuk kemudian dimasukkan kedalam masakan.
                                                  b. Stimulansia saluran
Seduh 1 sdk pala halus dengan beberapa sdk garam halus dalam 1 galas air hangat. Aduk rata dan minum selagi hangat berserta ampasnya.
 c. Karminativa
 Siapkan 100 ml air hangat,campur dengan 1 sdk pala halus dan 2
sdk bubuk buah pisang.minum beserta ampasnya selagi
hangat.Sebaiknya pengobatan diulangi sampai sembuh.

7.MYRISTICAE ARILUS
Nama Lain                              : Kembang pala
Nama Tanaman Asal               : Myristica fragrans (Houtt)
Keluarga                                  : Myriscaceae
Zat Utama/Isi                          : Minyak Atsiri terutama miristim, kamfer, euganol, minyak lemak
Persyaratan Kadar                   : Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 9% v/b
Penggunaan                             : Karminativa,aromatic,parfum kosmetika.
Cara pengolahan                       : a. Kembang pala dicampurkan dalam masakan, dapat digunakan
 sebagai karminativa sekaligud aromatikum
   b. Kembang diambil ekstraknya untuk dibuat parfum dankosmetik

8.MYRISTICAE PERICARPIUM SEMEN
Nama Lain                              : Kulit biji pala
Nama Tanaman Asal               : Myristica fragrans (Houtt.)
Keluarga                                  : Myristicaceae
Zat Utama/Isi                          : Minyak atsiri terutama yang mengandung monofen (kamfer),euganol, miristin, isoegenol,minyak lemak
Penggunaan                             : Karminativa,aromatic
Cara pengolahan                     : a. Nyeri haid. Ambil ½ sdt pala halus, 2 cm kunyit, 6 butir ketumbar, 1 buah cengkeh dan satu gelas air. Campur semua bahan dan rebus dengan api kecil sampai airnya tinggal setengah. Saring dan minum selagi hangat





9.NIGELLAE DAMASCENAE SEMEN
Nama Lain                              : Biji jinten hitam manis
Nama Tanaman Asal               : Nigella damascene
Keluarga                                  : Ranunculaceae
Zat Utama/Isi                          : Minyak atsiri
Penggunaan                             : Karminativa
Cara pengolahan                     : a. Karminatif : Biji jinten hitam manis di tumbuk hingga halus lalu di tambahkan 4 sendok air masak lalu diperas dan di saring.
Airnya di min um pagi dan sore secara teratur.



10.NIGELLAE SATIVA SEMEN
Nama Lain                              : Biji jinten hitam manis
Nama Tanaman Asal               : Nigella sativa (L.)
Keluarga                                  : Rununculaceae
Zat Utama/Isi                          : Minyak atsiri dan minyak lemak
Penggunaan                             : Stimulan,Karminativa,Diaforetika
Cara pengolahan                     : a. Karminatif : Biji jinten hitam manis di tumbuk hingga halus lalu di tambahkan 4 sendok air masak lalu diperas dan di saring.
Airnya di min um pagi dan sore secara teratur.




11.PARKIAE SEMEN
Nama Lain                              : Biji kedawung,Biglobosae Semen
Nama Tanaman Asal               : Parkia roxburghii (G.Don) atau Parkia Biglobosa (Betha)
Keluarga                                  : Mimosaceae
Zat Utama/Isi                          : Glukosa dan dammar,hidrat arang,tannin,garam,alkali
Penggunaan                             : Antidiare,Adstigen
Cara pengolahan                     : a. Anti diare : biji kedawung digoreng tanpa minyak (disangrai), namun dijaga agar biji itu tak jadi arang. Gorengan biji ini dikupas kulitnya dan dimakan. boleh ditumbuk dulu, sebelum ditelan sekaligus, sebanyak 1 sendok teh.
b.      Adstringen : Untuk mengobati diare akibat infeksi kuman, gorengan biji dimakan tanpa dikupas.




12.STRYCHNI SEMEN
Nama Lain                              : Biji strini
Nama Tanaman Asal              : Strychnos nux – vomica
Keluarga                                  : Loganiaceae
Zat Utama/Isi                          :Alkaloida terutama strichnina dan brusina,minyak lemak,glukosid loganin
Persyaratan Kadar                   : Kadar strichina tidak kurang dari 1,2%
Penggunaan                             : Amara, Stimulansia, Antidota (pada keracunan Obat tidur dari golongan barbibuta)
Cara pengolahan                     : a . Amara : Cuci bersih dan potong –potong biji strihni, rebus dengan air 1 liter hingga tinggal tersisa 2 gelas, disaring, + madu dewa, diminum 3x sehari sampe sembuh.
b. Antidota : Biji direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih sampai menjadi 1 gelas lalu diminum sekaligus.
c.       Strimulansia : biji strihni segar 1genggam; Air 1 gelas, Direbus hingga memperoleh cairan 1/2 gelas, Diminum setiap hari 2 kali dan tiap kali minum 1/2 gelas.